Haram Tapi Bukan Mahram

Membaca Biaografi Ulama Menurunkan Rahmat, Benarkah?

Membaca biografi ulama’ adalah obat bagi jiwa. Padanya terdapat kesembuhan bagi mereka yang kehausan akan suri tauladan dan padanya terdapat cahaya sebagai petunjuk jalan kebaikan.

Mengetahui kehidupan para ulama berfungsi sebagai cermin yang akan memperlihatkan kelemahan diri yang nantinya sebagai bahan perbaikan.

Imam Sufyan Uyainah yang merupakan salah satu guru dari Imam Ahmad bin Hanbal ini mengungkapkan hal menakjubkan terkait mengenang ulama sebagaimana berikut:

عند ذكر الصالحين تنزل الرحمة[1]

“Ketika orang-orang shaleh dikenang, maka rahmat Allah akan turun”.

Kok bisa rahmat Allah ﷻ turun ketika mengenang orang-orang shalih itu? Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) menjawabnya:

ويلتذون بذكر الأنبياء والصالحين، ولهذا يقال: عند ذكر الصالحين تنزل الرحمة، بما يحصل في النفوس من الحركة إلى محبة الخير والرغبة فيه والفرح به والسرور واللذة[2]

Orang-orang yang beriman merasa nikmat dengan menyebut (mengenang) para nabi dan orang-orang shaleh, oleh karena itu ada slogan “ketika orang-orang shaleh dikenang, maka rahmat Allah akan turun”, dengan bangkitnya jiwa dan hati seseorang untuk mencintai kebaikan dan merasa senang dan nyaman melakukannya .

Maka, dengan mengingat para ulama yang shalih itu, kecintaan terhadap mereka akan hadir, ketenangan hati akan muncul, dan dengan itu rahmat Allah ﷺ diharapkan turun untuk yang melakukannya. 

[1] Abu Nuaim Ahmad bin Abdullah al-Asfahani (w. 430 H), Hilyat al-Auliya’, (Baerut: Dar al-Kitab al-Arabi, 1394 H), juz 7, hal. 285

[2] Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H), as-Shafadiyyah, (Mesir: Maktabah Ibnu Taimiyyah, 1406 H), juz 2, hal. 269

Tags

Share this post:

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *